Nelayan Tabanan Siap Tekuni Usaha Penangkapan Benih Lobster



TABANAN – Nelayan di Kabupaten Tabanan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) dan organisasi massa Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) siap menekuni usaha penangkapan benih lobster karena menjanjikan keuntungan yang menggiurkan.

Hal itu terungkap saat para Ketua KUB Kabupaten Tabanan mengikuti sosialisasi Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No: 12/PERMEN-KP/2020 tentang Pengelolaan Lobster, Kepiting dan Rajungan di Wilayah Negera RI yang dilaksanakan Dinas Perikanan (Diskan) dan DPC HNSI di Kantor Diskan Tabanan, Kamis (9/7/2020).

Sosialisasi yang diikuti juga oleh Koordinator Penyuluh Perikanan Kabupatan Tabanan dan Koordinator Penyuluh Perikanan Kecamatan di Kabupaten Tabanan tersebut, para nelayan di Tabanan sepakat bergabung menjadi anggota Koperasi Perikanan untuk pengurusan ijin usaha penangkapan benih lobster ke Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali.

Sebelumnya, Sekretaris Diskan Kabupaten Tabanan I Gusti Nyoman Triana dalam sosialisasinya memaparkan dengan dikeluarkannya Permen-KP No.12/Permen-KP/2020 pada tangal 4 Mei 2020 ini, maka Permen-KPNomor 56/Permen-KP/2016 tentang Larangan Penangkapan dan atau Pengeluarean Lobster, Kepiting dan Rajungan dari wilayah NKRI dicabut dan dinyatakan tidak
berlaku lagi.

“Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan sebelumnya melarang penangkapan benih lobster dan lobster yang ukurannya kurang dari 200 gram. Peraturan Meneteri Kelautan dan erikanan yang baru, membolehkan penangkapan benih lobster dan lobster pasir yang berukuran di atas 150 gram,” paparnya.

Menurut Triana, meski penagkapan benih lobster dilegalkan, namun untuk melakukan penangkapan benih lobster tersebut tetap harus mematuhi seluruh ketentuan yang ada dan tertuang pada Permen-KP tersebut. “Meski sudah ada kelonggaran dalam pemanfaatan benih lobster dan penangkapan lobster konsumsi diubanding Permen-KP sebelumnya, namun sejumlah ketentuan yang ada harus tetap dipenuhi,” katanya mengingatkan.

Hal senada diungkapkan Ketua DPC HNSi Kabupaten Tabanan I Ketut Arsana Yasa yang juga anggota DPRD Kabupaten Tabanan yang dalam pemaparannya mengemukakan bila perjuangan panjang nelayan lobster di Kabupaten Tabanan saat ini sudah membuahkan hasil.

“Meski keinginan atau tuntutan nelayan lobster Tabanan tidak sepenuhnya bisa dipenuhi, namun beberapa hal sudah bisa dipenuhi sehingga nelayan lobster Tabanan tidak terpuruk lagi ekonominya,” ujarnya

Ketut Arsana Yasa yang populer dipanggil dengan nama Sadam ini juga mengungkapkan, selain tetap menjalankan usahanya menangkap lobsyer konsumsi,  ke depan nelayan di Tabanan juga bisa berusaha melakukan penangkapan benih lobster untuk diperjualbelikan.

“Saya beberapa waktu yang lalu melakukan studi banding melihat usaha penangkapan benih lobster di Banyuwangi. Terbukti dari usaha tersebut bisa membuat nelayan kaya dan sejahtera karena seekor lobster harganya Rp 15.000. Dalam semalam nelayan bisa menangkap benih lobster ratusan sampai ribuan ekor,” katanya.

Berdasarkan hasil studibanding tersebut, Sadam berkeinginan agar nelayan lobster di Tabanan juga melakukan hal yang sama, melakukan usaha penangkapan benih lobster, sama seperti nelayan lobster di NTB dan Banyuwangi.

“Saya sudah menghubungi pengusaha dan eksportir benih lobster yang akan membantu memberikan sarana prasarana alat penangkap benih lobster dan membeli benih lobster hasil penangkapan nelayan di Tabanan. Semoga kerjasama ini bisa segera terealisasi,” harapnya. (gus)