Mengenal Ikan Aligator, Si Ikan Purba yang Ganas   

Ikan Aligator yang tertangkap di muara Sungai Nyanyi


 

Terpancingnya ikan Aligator atau biasa juga disebut di kalangan penghobi ikan hias dengan Alligator gar (Atractosteus spp) di muara sungai (loloan) Nyanyi, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan, Minggu (28/7/2019) sempat membuat heboh masyarakat dan viral di media sosial.

Tidak lama kemudian, tepatnya Kamis (1/4/2019) kembali ikan Aligator gar tertangkap seorang warga setelah ikan Aligator Gar yang berada di saluran irigasi (telabah) di banjar Suradadi, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri , Tabanan tersebut ditembak dengan senapan angin.

Bila ikan Aligator yang terpancing di Muara Sungai Nyanyi berukuran sekitar satu meter dengan berat sekitar 5-6 Kg, ikan yang tertangkap di saluran irigasi yang mengalir di belakang TK Khatijah ini ukurannya sekitar 60 Cm yang beratnya sekitar 1-2 Kg.

Ikan dari Amerika

Kehebohan warga masyarakat juga warga internet (warganet)  memang bisa dimaklumi karena kejadian tersebut memang tergolong langka dan baru kali pertama terjadi di Kabupaten Tabanan. Maklum saja, ikan Aligator Gar memang bukan asli Indonesia, namun bernegeri leluhur Amerika.

Sejumlah literatur menyebutkan ikan Aligator Gar menghuni berbagai habitat air, tetapi sebagian besar ditemukan di Amerika Serikat Selatan di waduk dan  danau, di daerah aliran sungai di dataran rendah, dan di perairan payau muara  teluk dan teluk. Ikan Aligator Gar kadang- kadang juga terlihat di Teluk Meksiko.

Di Texas dan Louisiana, ikan Aligator gars besar biasanya terlihat memecahkan permukaan di rawa-rawa, rawa-rawa bayous, dan payau. Mereka ditemukan di seluruh bagian bawah Lembah Sungai Mississippi dan  negara-negara Teluk di Amerika Serikat bagian Selatan dan Meksiko sejauh selatan ke Veracruz, meliputi Texas, Oklahoma, Louisiana, Kentucky, Mississippi, Alabama, Tennessee, Tennessee, Tennessee, Arkansas, Missouri, Illinois, Florida, dan Georgia.

Dari Amerika, Ikan Aligator Gar masuk ke Indonesia sebagai ikan hias penghuni akuarium tawar.  Saat masih berukuran benih (kecil) ikan Aligaor Gar memang terlihat imut sehingga dinobatkan sebagai ikan hias penghuni akurium oleh para penghobi. Namun ketika ukurannya sudah lumayan besar, ikan yang semula terlihat imut berubah menjadi ganas karena bisa memangsa ikan lainnya yang berukuran lebih kecil.

Ikan aligator yang ditemukan di saluran irigasi

Ciri-ciri Ikan Aligator

Ikan Aligator Gar merupakan jenis ikan euryhaline  yang bisa hidup dalam perairan yang memiliki kisaran salinitas lebar. Oleh karena itulah, ikan yang didayttangkan sebagai ikan hias di Indonesia ini bisa hidup air tawar, air payau hingga air asin.

Ikan Aligator Gars sering juga disebut sebagai “ikan primitif” atau “fosil hidup” karena jeni ikan ini mempertahankan beberapa  karakteristik morfologis leluhur mereka yang paling awal, seperti usus katup spiral, yang juga umum untuk sistem pencernaan hiu, dan kemampuan untuk menghirup udara dan air.

Oleh karena itulah, ikan Aligator ini selain bisa hidup di air yang memiliki berbagai tingkatan salinitas, juga mampu hidup di air tergenang yang miskin oksigen. Hal ini bisa dimaklumi karena sistem pernafasan ikan ini yang bisa menghirup udara langsung dari permukaan air.

Tubuh Ikan Aligator Gar berbentuk torpedo, biasanya pada bagian punggungnya berwarna cokelat atau zaitun, warna di bagian perut menjadi pudar bewarna abu-abu atau kuning yang lebih terang.  Tidak seperti jenis ikan lainnya, sisiknya ikan Aligator gar adalah sisik ganoid, yang seperti sisik tulang, sisik berbentuk romboid, sering dengan tepi bergerigi, dan ditutupi oleh zat seperti  enamel yang  merupakan perlindungan yang sangat baik terhadap pemangsa.

Ikan Aligator gar memiliki mulut yang berbentuk seperti moncong buaya aligator. Mulut yang bermoncong panjang ini memiliki rahang yang berisi dua baris gigi besar dan tajam yang  digunakan untuk menusuk dan menahan mangsa.

Meski dikenal sebagai perenang yang lamban, namun ikan Aligator tergolong sebagai ikan pemangsa (predator)  ikan yang berukuran lebih kecil.  Selain itu, ikan Aligaor Gar juga biasa

menyergap dan memakan unggas air dan mamalia kecil yang mereka temukan mengambang di permukaan air. Bahkan pernah dilaporkan ikan Aligator Gar yang bisa mencapai panjang 3 meter dan berat 159 Kg ini mampu menyerang dan menyergap manusia layaknya buaya aligator.

Ikan terlarang

Boleh jadi karena sifatnya yang invasif dan ganas sebagai predator tersebut, berdasarkan Peraturan Menetri Kelautan dan Perikanan Nomor 41 Tahun 2014 tentang  Larangan Pemasukan Jenis Ikan Berbahaya Dari Luar Negeri Ke Dalam  Wilayah Negara Republik indonesia, Ikan Aligator Gar  merupakan satu di antara 152 jenis (spesies) yang dilarang masuk ke Indonesia.

Ikan Aligator dilarang masuk ke Indonesia karena bila terlepas atau dilepas di perairan umum danau, waduk, sungai, rawa atau telaga  akan berkembangbiak dan  memangsa ikan-ikan endemik yang ada perairan umum  tersebut.  Akubatnya,  plasma nutfah dan sumber daya ikan yang ada di perairan tersebut bisa punah.

Berdasarkan  UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, pada  Pasal 14 tertulis  “Setiap orang dilarang merusak plasma nutfah yang berkaitan dengan sumber daya ikan”.

Mendatangkan atau melepasliarkan ikan Aligator Gar ke perairan umum dapat merusak plasma nutfah sumber daya ikan. Pelanggaran terhadap pasal 14 ayat 4 tersebut, dapat dikenai sankis hukum pidana penjara  paling  lama  1  (satu)  tahun  atau  denda  paling  banyak  Rp. 250.000.000,00.

Terkait hal itu, agar tidak terjerat sanksi hukum ada baiknya kita tidak membeli, memelihara  atau melepas ikan Aligator  ke perairan umum. Hal ini perlu dimaklumi karena hingga saat ini ikan Aligaor masih banyak diperjualbelikan sebagai ikan hias. Baik secara terang-terangan melalui media online maupun secara sembunyi-sembunyi di antarar pera penggemar ikan hias. (Agus Rochdianto, Penyuluh Perikanan Madya di  Dinas Perikanan Tabanan)