Tips Memilih Ikan Segar

Memilih ikan segar harus memperhatikan secara seksama ciri-ciri yang ada pada tubuh ikan


Ikan dan hasil perikanan lainnya merupakan bahan pangan  yang bergizi tinggi. Tidak kalah dengan daging ayam, sapi, babi atau ternak lainnya.

Selain sebagai sumber protein dan berbagai vitamin serta mineral, daging ikan juga mengandung asam lemak tak jenuh tingkat tinggi seperti EPA (Eicosapentaenoic Acid) dan DHA (Docosahexaenoic Acid) yang populer disebut sebagai Omega 3. EPA memiliki fungsi memperlancar aliran darah dan mencegah penyakit pada otak. Sebaliknya DHA mempengaruhi perkembangan sistem syaraf otak, terutama mempertinggi fungsi pembelajaran bagi janin.

Beberapa penelitian medis yang baru mengemukakan pengaruh makan ikan terhadap aspek kesehatan. Penelitian yang dimuat dalam Jurnal Kedokteran Inggris yang baru melaporkan, bahwa diet dengan memakan ikan yang kaya asam lemak omega-3 dapat menurunkan resiko mati mendadak karena penyakit jantung pada laki-laki.

Studi lainnya dalam Jurnal Asosiasi Medic Amerika melaporkan bahwa asam lemak omega-3 di dalam ikan dapat juga mengurangi resiko penyakit jantung pada wanita. Penelitian lain menunjukkan bahwa kegunaan asam lemak omega-3 dapat membantu pengontrolan gula darah pada penderita diabetes. Asam lemak omega-3 dapat juga membantu mengurangi risiko penyakit tulang atau rematik dan melawan depresi.

Tips Memilih Ikan

Berbagai khasiat kesehatan tersebut tentunya bisa diperoleh bila ikan yang kita konsumsi dalam keadaan segar. Agar ikan yang dikonsumsi bisa memberikan manfaat optimal bagi kesehatan, maka sebelum membelinya perlu diketahui dulu ciri-ciri ikan yang masih segar dan baik untuk dikonsumsi.

Ciri-ciri ikan segar di antaranya adalah : Rupa dan warna ikan masih cerah, seluruh permukaan badan masih diliputi dengan lendir segar yang tipis dan merata, mata masih jernih dan melotot, sisik tidak mudah lepas meskipun kita coba cabut dengan menariknya.

Ciri-ciri ikan segar lainnya dapat dilihat pada insangnya yang  masih bewarna merah dengan bau khas ikan segar, daging masih kenyal dan elastis serta sirip masih lentur dan tidak mudah patah.

Kalau tanda-tanda kesegaran itu sudah tidak jelas sehingga sulit menarik kesimpulan, cobalah melihat tanda pembusukan yang mulai “menyerang” tubuh ikan itu.

Tanda-tanda ikan yang sudah mulai tidak segar di antaranya adalah: rupa dan warna ikan sudah mulai kusam tidak menarik, permukaan badan ikan tertutup lendir tebal, tidak rata dan mulai lengket, mata suram dan tampak cekung, sisik mudah lepas.

Selain itu bisa dilihat juga pada insangnya yang mulai bewarna tua kecoklatan/kehitaman dan berbau busuk, daging mulai lembek dan sudah tidak elastis lagi. (Agus Rochdianto, Penyuluh Perikanan Madya di  Diskan Tabanan)